Hai, mahasiswa dan mahasiswi. Berbagai kesempatan ini milikmu.

Mahasiswa dan mahasiswi dikenal sebagai kaum intelektual. Pasti sangat menyenangkan dan bersyukurlah atas peluang itu, karna berharganyaaa πŸ˜€ dan tidak terulang sesuai keinginan, sayang sekali jika diabaikan padahal diberi kesempatan itu. πŸ™‚

Tahukah, berbagai kesempatan telah terbuka luas dan mewah. Terbuka luas yang artinya untuk mahasiswa/i bisa mengambil kesempatan yang diberikan oleh berbagai wadah dalam kampus dan mewah artinya SELAMAT kamu diberikan fasilitas dan akan banyak ilmu, pengetahuan, bahkan pengalaman yang tidak terduga menambah amunisimu.

20150211_075136

Kuliah itu bagaikan investasi, kemudian hasil baiknya berlipat-lipat membanggakan, karena kesungguhanmu dan kemauanmu agar tahu dan bisa. Nah, manfaat kuliah tidak bisa diukur, tapi jelas sangat membanggakan.
Ooh ooh ooh… πŸ˜€ Selain menjadi mahasiswa/i yang harus melaksanakan kewajibannya untuk kuliah, berbagai kesempatan lain (milikmuu) terbuka dan semua kembali ke pilihanmu. Baiklah, yuuk kembali ke pembahasan… πŸ™‚

HAI MAHASISWA DAN MAHASISWI… BERBAGAI KESEMPATAN INI MILIKMU.

1. Unit Kegiatan Mahasiswa

IMG_5707Ya, benar sekali. Salah satu kesempatan yang bisa didapat oleh mahasiswa/i ialah bergabung ke sebuah unit kegiatan mahasiswa. Unit Kegiatan Mahasiswa atau biasa disebut “UKM” adalah sebuah wadah yang mengajak serta mengizinkan para mahasiswa/i aktif serta kreatif untuk menambah kemampuan dan mengembangkan kemampuannya. Pilihan UKM yang menarik itu tentu sesuai kampus, maksudnya berbagai macam UKM di kampus sesuai yang disediakan di sana, tidak selalu bisa ditemui di kampus lain atau kampus kita bisa jadi tidak menyediakan semua UKM yang sama dengan kampus lain. Tentu begitu, karena peminat sampai pendiri ialah mahasiswa/i maka terbentuknya UKM sesuai komitmen peminat dan pendirinya.

Wow, menyenangkan sekali jika bisa bergabung di UKM yang diminati, salah satunya sesuai hobi. Baik UKM di bidang olahraga, kesehatan, sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lainnya. Wadah aktivitas mahasiswa/i untuk mengembangkan minat, bakat, dan keahlian tertentu bagi para anggotanya.

Tunggu dulu. Selain mengembangkan minat, bakat, dan keahlian. πŸ™‚ Hai para mahasiswa/i, kalian juga mendapat pengalaman yang mengagumkan, dua di antaranya akan kusebutkan “Berorganisasi” dan “Berbagi”. Jangan lupa, kalian akan punya banyak teman, baik satu daerah atau bahkan dari daerah yang berbeda-beda. Wah wah, INDAHNYA MENGENANG yang berarti BERMAKNA.

Tidak kalah penting yakni PELATIHAN. Yah pelatihan diberikan saat kamu sebagai anggota UKM. Pelatihan ini sesuai kapasitas dan berkaitan program dari tiap UKM. Bermanfaat sekali ya… Tapi ingat! Setiap UKM itu berbeda-beda dan pelatihan yang diberikan tentu sesuai yang diprogramkan.

2. Berorganisasi

IMG_20150220_151550Berorganisasi adalah salah satu fasilitas yang menunjang kemampuan, baik dari sikap sebagai pemimpin, kedisiplinan, kegigihan, mengasah kreativitas, inovatif, kerjasama, kekuatan, keakraban. Kalau disebutkan pasti banyak sekali yang sifat positifnya, karena berorganisasi adalah belajar dan mempelajari menjalani kehidupan nyata yang akan kita jalani nantinya atau di masa mendatang. Sungguh bermanfaat dengan berorganisasi, tentu bermanfaat jika kita dapat berproses dan mengambil makna.

Berorganisasi itu telah ada dengan berbagai macam bentuk juga, yaitu MENWA, BEM U, BEM Fakultas, Hima Program Studi. πŸ˜€ Senangnya bisa berorganisasi. Yah ya, tidak semudah membayangkan, berorganisasi tentu membutuhkan komitmen dan kesungguhan, akan tetapi kalian tidak dibiarkan berjalan sendiri. Umumnya, saat kalian berorganisasi, tentu kalian akan diberi bekal untuk mengenal lebih tentang organisasi kalian dan mendapat latihan bahkan pelatihan khusus agar terdidik dan terlahir profesional. SELAMAT YAAH πŸ™‚

Melalui organisasi, kalian akan mendapat berbagai hal-hal baru yang akan bermanfaat jika memilah dan memilih sifat positifnya. Salah satu acara yang membuat salut ialah bakti sosial. Di sana (bakti sosial), kalian tahu tentang proses dan hikmahnya, bahkan acara itu adalah salah satu faktor kebahagiaan. πŸ˜€ Berbagi kebaikan itu dapat memperkuat daya ingat dan kebahagiaan atas rasa syukur. πŸ™‚

3. Seminar

Yeeeh… ada seminar. Seminar yang biasanya dinanti oleh para mahasiswa/i aktif, apalagi jika seminar dengan topik berkaitan dengan kebutuhan, pemateri terkenal, satu lagi “sesuai amunisi dalam dompet” πŸ™‚

Seminar itu merupakan kebutuhan, seperti makanan tambahan mahasiswa/i khususnya. Jika belajar adalah makanan sehari-hari mahasiswa/i maka seminar adalah makanan tambahan yang sayang diabaikan, tapi boleh ditunda jika begitu adanya dan usahakan didapat lain kali.

Umumnya di setiap kampus mempunyai poin sebagai syarat yudisium atau kelulusan mahasiswa/i. Yaa, seminar bisa mengisi kolom poinmu itu.

Seminar adalah sebuah pertemuan yang mendatangkan pemateri langsung. Jadi, siapkan kondisi dan keadaan untuk menyimak dengan baik, siapkan alat tulis beserta pertanyaan yang berkaitan agar mendapat solusi baru, sesuai pertanyaanmu. πŸ™‚

4. Lomba

Lomba adalah beradu kemampuan bersifat sehat. Lomba untuk mahasiswa/i tentu dapat ditemui, contohnya di mading-mading kampus, internet, koran. Lomba adalah peluang bagi mahasiswa/i yang mau dan mampu mengikutinya.

Oh… coba dibaca sampai selesai dulu ya.

Kemauan dan kemampuan memang tidak dapat dimungkiri. Mau berarti ada kemauan untuk ikut lomba itu. Sebelum lomba dilaksanakan, tentu ada kemauan berlatih dan mencari tahu tentang hal yang berkaitan. Setelah itu, mendaftar sebagai peserta dan mengikuti lomba. Itu yang dinamakan mau. Mampu berarti mengenali diri sendiri. Mengenali dirimu sendiri maksudnya mengenal mental diri sendiri dan mau belajar agar memiliki mental pemenang. Nah, jika telah mempelajari apa sampai bagaimana mental pemenang itu, kamu akan kenal akrab dengan sikap para pemenang. Mengenai menang atau kalah adalah hal yang wajar, akan tetapi bagaimana cara kita menyikapi secara sehat adalah hal yang luar biasa. Itulah yang dinamakan mampu, mampu menerima dengan lapang dan menyikapi dengan sehat.

Saat menjadi peserta itu bagaikan aktor di atas panggung yang disinari berbagai cahaya menyala terang, karna kau menjadi pusat perhatian. Sungguh kesempatan yang tiada terkira apakah akan ada lagi lomba yang sama ataukah beda, apakah kita dapat mengikuti lomba itu di masa mendatang jika masih dengan lomba yang sama atau beda.

Tunggu sejenak, coba baca perlahan ini ya. πŸ™‚

Jika kita bisa mengikuti lomba… berarti kita pun bisa menjadi panitia lomba. πŸ˜€ Wah wah mahasiswa/i kreatif, SELAMAT ya! Iya, sebagai mahasiswa/i yang masih difasilitasi. Kalian mempunyai banyak kemungkinan besar untuk menuangkan ide, gagasan, kreativitas dengan cara mengadakan lomba, yang sebenarnya itu termasuk cara membuat kampusmu terkenal. Kabar baiknya, ini menambah nilai tambah untukmu dikenal sebagai mahasiswa/i aktif yang berpotensi. Kamu bahkan dikenal para rektor dan relasi akan berdatangan.

Yaa, sungguh mengagumkan.

5. Pengusaha

Saat kita mempunyai perkumpulan yang luas atau teman-teman kuliah di kelas. Wuaaah… relasi kalian bertambah. Banyak pilihan cara untuk menjadi pengusaha, (1) baik bekerja sama dengan teman (2) menitipkan karya di pemilik toko; (3) menjual karya ke para teman sampai para dosen, dan beberapa cara yang bisa kalian temukan.

Sebagai mahasiswa, tidak ada salahnya jika pernah bermimpi jadi pengusaha. Seperti yang telah disebutkan, ada tiga cara untuk menjadi pengusaha. πŸ˜€

(Senangnya dengan mata yang berbinar-binar) Menyenangkan sekaligus membanggakan ya menjadi mahasiwa/i. Berbagai kesempatan yang telah diberikan dan itu adalah milikmu, kamu yang berhak memilih dan memutuskan.

Berbagai kesempatan itu terbuka untukmu, πŸ™‚ hai mahasiswa/ mahasiswi. Senang sekali ya, diberikan fasilitas dan hal-hal baru yang positif bisa didapatkan. Manfaatkan fasilitas itu dengan baik.

πŸ˜€ Benar sekali kalian adalah mahasiswa/i aktif, tapi ingat selalu bahwa kalian tetap harus aktif kuliah dan bersungguh-sungguh kuliah. Meski ada kata-kata bahwa IPK bukanlah patokan akhir untukmu menjadi sukses, namun sayang sekali jika tidak bersungguh-sungguh kuliah. Ada nasihat lama dan mungkin akan kalian dengarkan lagi dengan kata-kata berbeda, simpulan yang sama bahwa “Kuliah yang serius, jika tidak serius mending tidak kuliah!” Yah, mumpung masih muda.. dengarkan nasihat, jangan mudah mengeluh. Hai, mahasiswa dan mahasiswi aktif, memanajemen waktu memang sangat perlu. Kalian sebagai mahasiswa/i masih tetap bisa menjalani kuliah yang sudah seharusnya dan memilih aktivitas lain, tentu bermanfaat ya. πŸ˜€

Ande-ande Lumut

Sebuah kisah dari Pulau Jawa, “Ande-ande Lumut”.

Berkisah tentang sebuah keluarga yaitu seorang janda dengan empat anak perempuannya. Klenting Abang, Klenting Biru, dan Klenting Ijo nama ketiga putrinya yang cantik, dan Klenting Kuning, anak tirinya yang berparas tidak begitu cantik. Mereka menetap di salah satu wilayah ayah Pangeran Kusumayuda memerintah.

Klenting Kuning ialah putri dari kerajaan Jenggala, yang dikenal sebagai Dewi Candrakirana. Ia pernah bertemu pangeran Kusumayuda. Mereka saling mengingat dengan diam-diam. Gadis sewangi bunga mawar itu membuat pangeran yakin bahwa gadis itu pantas menjadi calon permaisuri Kerajaan Banyuarum yang sempurna. Namun, sungguh disayangkan mereka tak berjumpa sekian lamanya.

Bertahun-tahun telah dilalui. Seorang lelaki muda tampan mengikrarkan bahwa dirinya mencari calon pendamping hidup. Lelaki itu bernama Ande-ande Lumut.

Suatu hari, ketiga kakak Klenting Kuning berniat untuk berangkat menemui lelaki muda yang tampan itu. Klanting Kuning tampak tenang, ia tidak tertarik untuk ikut menemui Ande-ande Lumut, sebab ia seringkali terbayang pangeran Kusumayuda.

Tiba-tiba datanglah bangau yang menasihatinya agar datang menemui Ande-ande Lumut yang terkenal sangat tampan dan gagah. Akhirnya, Klenting Kuning berkenan ikut menemui Ande-ande Lumut.

Di perjalanan, sebelum sampai di desa Dadapan. Keempat putri itu dihadapkan sebuah permasalahan. Mereka harus menyeberangi sungai yang jarang sekali didatangi oleh penduduk, karena sungai tersebut dikenal ditinggali makhluk raksasa yang tidak menolak untuk memangsa manusia.

Empat bersaudara itu tengah kebingungan, karena tidak tahu harus menyeberangi sungai dengan alat apa. Saat mereka bertanya-tanya dan kebingungan, Kepiting raksasa bernama Yuyu Kangkang muncul menakutkan.

“Hai, para putri. Ikutlah bersamaku, akan kuantar ke seberang.” ucap Yuyu Kangkang. “Tapi, kalian harus bersedia kucium dan menciumku.” imbuh Yuyu Kangkang.

Seluruh gadis desa termasuk tiga saudari Klenting Kuning setuju dengan penawaran Yuyu Kangkang, karena berhasrat ingin menemui Ande-ande Lumut yang tampan dan gagah itu. Mereka mengira bahwa Ande-ande Lumut tidak mengetahuinya. Akan tetapi, Klenting Kuning menolak untuk setuju dengan persyaratan dari Yuyu Kangkang.

Mendengar Klenting Kuning tidak memenuhi persyaratannya, Yuyu Kangkang marah besar dan berniat memangsa Klenting Kuning, namun gadis beraroma wangi itu tidak tinggal diam. Klenting Kuning mengeluarkan senjata yang diberikan oleh ibunya.

Ternyata Ande-ande Lumut mengetahui kejadian di sungai itu. Ande-ande Lumut pun berikrar bahwa dia memilih si bungsu, Klenting Kuning, dengan sebab Klanting Kuning tidak bersedia dicium. Mereka pun bertemu, Klenting Kuning sadar bahwa lelaki yang ditemuinya ialah Pangeran Kusumayuda.

Timun Mas

Timun Mas (Jawa Tengah)

timun_mas_12_by_tuankacang-d56wny4

sumber foto: google

Alkisah, hidup sepasang suami istri yang belum saja dikaruniai seorang anak. Mereka sebagai petani, yang hidup bahagia di desa dekat hutan.

Setiap hari mereka berdoa kepada Yang Maha Kuasa. Berharap dikaruniai seorang anak.

Tiba-tiba seorang raksasa melewati tempat tinggal mereka. Ketika sepasang suami istri berdoa, raksasa datang mengejutkan. Raksasa mendengar doa suami istri itu. Lalu, raksasa itu memberikan biji mentimun.

“Tanamlah biji mentimun ini. Rawatlah dengan teratur! Kau akan mendapatkan seorang anak perempuan.” kata raksasa. “Terima kasih raksasa, terima kasih.” ucap suami istri itu. “Tapi, ada syaratnya.” sahut raksasa bersuara keras.

Suami istri itu sangat senang. Ketika raksasa mengatakan syaratnya, suami istri itu sepakat tanpa berpikir panjang.

“Saat ia berusia 17 tahun, kalian harus menyerahkannya padaku.” imbuh raksasa.

Suami istri itu menanam biji-biji mentimun dan merawatnya. Setiap hari, mereka menjaga dan merawat biji-biji mentimun hingga tumbuh besar. Berbulan-bulan lamanya, sebuah mentimun berwarna keemasan.

Biji mentimun itu semakin membesar dan berat. Buah itu hingga masak dan mereka memetiknya.

Perlahan-lahan buah itu dibuka. Alangkah terkejutnya mereka saat membuka buah mentimun keemasan itu.

Suami istri itu sangat senang. Mereka merasa bahagia dan bersyukur atas apa yang didapat. Seorang bayi perempuan di dalam Buah Mentimun, yang diharapkan telah mereka dapatkan. Ia dipanggil “Timun Mas”, nama yang diberikan oleh suami istri tersebut.

Bertahun-tahun, suami istri itu tinggal bersama Timun Mas. Mereka menjadi keluarga kecil yang bahagia. Timun Mas bermain dan menjalani kehidupan bersama kedua orang tuanya.

Suatu hari, saat ia telah menjadi seorang gadis cantik berusia 17 tahun. Raksasa menemui orangtuanya. Akan tetapi, ayah Timun Mas menjawab dengan tenang bahwa belum dapat memberikannya, karena Timun Mas masih bersenang-senang. Raksasa tidak terima dan menghancurkan pondok petani.

Tidak lama kemudian, raksasa kembali meminta Timun Mas. Orang tua Timun Mas meminta sedikit waktu lagi untuk bersama Timun Mas yang sedang bermain. Raksasa tidakΒ  mengizinkan dan memaksa untuk bertemu Timun Mas. Kedua orang tua Timun Mas sangat sedih melepaskan anaknya yang telah lama diharapkan.

Ayah Timun Mas pun memanggil Timun Mas. Ia memberikan kantung kain dan berbisik sesuatu kepada anaknya.

“Ambillah kantung ini, bawalah.” kata ayah. “Berlarilah secepatnya.” bisik ayah Timun Mas. Timun Mas telah menggenggam kantung kain itu maka berlarilah dia secepat mungkin.

Raksasa itu mengetahui bahwa Timun Mas berlari menghindarinya. Raksasa berlari mengejarnya ke hutan.

Raksasa berlari hingga hampir mendekat, Timun Mas segera membuka kantung kain dan mengambil segenggam garam. Ia taburkan ke arah raksasa. Tiba-tiba sebuah laut yang luas terhampar. Raksasa terpaksa berenang sebisanya.

Timun Mas terkejut oleh kekuatan raksasa. Raksasa sungguh kuat, ia bangun dan kembali mengejar Timun Mas.

Timun Mas sungguh ketakutan. Ia mengambil segenggam cabai dari kantung kain dan menghamburkan ke arah raksasa. Seketika pohon, ranting, dan duri tajam terbentuk dan memerangkap raksasa. Timun Mas yang menghamburkan cabai itu, tidak menghiraukan raksasa yang berteriak, karena raksasa ingin melahapnya.

Timun Mas dikejutkan lagi oleh kekuatan raksasa. Timun Mas berlari lebih kencang. Raksasa itu membuat Timun Mas sangat ketakutan. Gadis cantik itu mengeluarkan biji-biji mentimun ajaib dari kantung kain.

Raksasa sangat mudah dipengaruhi. Ia tertidur pulas, setelah memakan biji-biji mentimun itu.

Akan tetapi, Timun Mas yang telah kelelahan terus dikejutkan oleh kekuatan raksasa yang hendak memangsanya. Raksasa terbangun dan mengejar Timun Mas yang hampir tertangkap olehnya.

Hanya satu benda ajaib yang tersisa di kantung kain yaitu segenggam terasi udang. Gadis cantik itu segera melemparkan terasi udang ke arah raksasa.

Terulang kembali, hal ajaib telah dialami Timun Mas. Sebuah danau lumpur yang luas menarik raksasa. Hampir saja Timun Mas ditarik olehnya. Raksasa tidak bisa menggapai daratan. Ia tenggelam ke dalam danau lumpur.

Akhirnya, Timun Mas merasa legah. Ia bersama kedua orang tuanya berkumpul dan sangat bersyukur. Mereka hidup bahagia.

Asal-Usul Kota Surabaya

Pada sebuah kerajaan Jawa Timur, tinggallah raja yang tengah berkuasa. Dahulu, Raden Wijaya adalah raja pertama Kerajaan Majapahit. Kekuasaannya terbentang luas hingga jauh ke wilayah utara.

Suatu hari, Raden Wijaya memerintah dan menempatkan seseorang yang dipercayainya. Orang kepercayaan raja akan menjadi adipati di wilayah utara, yang berkedudukan di Ujung Galuh. Kawasan itu, yang diharapkan mengalami kemajuan.

“Adipati Jayengrono, kau kuperintahkan untuk memimpin di Ujung Galuh.” tegas Raja. Atas izin raja, Adipati Jayengrono melaksanakan perintah.

Pagi dan malam terus bergilir. Adipati Jayengrono berjuang memimpin kawasan Ujung Galuh hingga terwujudnya harapan sang raja, kawasan itu telah berkembang pesat. Kawasan di bawah kepemimpinan Adipati Jayengrono menjadi strategis, makmur, dan dikenal masyarakat luas.

“Yaaaaaak…. hyiaaahh… haaak…! Hiaaaa…. Haaaaaak!” Adipati Jayengrono terus melatih kemampuan bela dirinya.

Ujung Galuh telah dikenal masyarakat luas dan semakin membaik maka Adipati Jayengrono menjadi terkenal. Ia disegani oleh masyarakat, karena kemampuannya, ia pun dikagumi oleh masyarakat. Akan tetapi, hal itu mengubah sikap Adipati Jayengrono. Mendadak, Adipati Jayengrono menjadi sombong.

Sebuah pertemuan besar yang mengundang seluruh pejabat istana. Sang raja tak bertemu adipati Jayengrono.

“Tuanku. Beberapa bulan ini, Adipati Jayengrono tidak menghadap dan tidak menyerahkan upeti seperti biasanya,” kata Patih Majapahit.

Raja menjawab, “Aku dengar, dia semakin sakti. Tidak ada yang bisa melawannya.” Sang raja terlihat cemas mengetahui perubahan Adipati Jayengrono.

“Hamba dengar, ada seorang pemuda sakti bernama Sawunggaling. Baginda perintahkan saja dia untuk mengalahkan adipati yang sombong itu,” kata Patih Majapahit.

Mendengar saran itu, Raden Wijaya segera memerintahkan Sawunggaling untuk menghadapi Adipati Jayengrono. Sawunggaling menerima dan melaksanakan perintah dengan patuh. Tak lama menunggu maka berangkatlah Sawunggaling menuju Ujung Galuh.

Sawunggaling dan Adipati Jayengrono bertempur di pinggir Kali Mas. Pertempuran itu berlangsung sengit.

“Hyiaaaah… yaaaak… hyiaah…! Hiaaa… Haaaaak…! Wuaaaa…. Hiaaa… Hiaaak…! Haaaak…!”

Adipati Jayengrono dan Sawunggaling mengeluarkan semua ilmu saktinya.Β  Adipati Jayengrono memiliki ilmu Buaya dan Sawunggaling memiliki ilmu Sura.

Adipati Jayengrono dan Sawunggaling bertempur terus-menerus. Mereka saling menyerang, tiada yang menyudahi pertempuran hingga akhirnya tiada penentuan kalah dan menang.

Tidak ada yang kalah atau menang dalam peristiwa yang berlangsung selama tujuh hari. Setelah pertempuran itu, keduanya tewas.

Pertarungan antara Adipati Jayengrono dan Sawunggaling itu ditandai dengan menggunakan ilmu mereka. Ilmu Sura dan Buaya (dalam bahasa Jawa disebut “Boyo”) maka wilayah itu disebut “Surabaya”.

Pementasan Teater 2015 di Surabaya

Yuk… πŸ™‚ Hadir di Gedung Cak Durasim tanggal 20 Juni 2015 pukul 17.00-selesai.

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mempersembahkan “Mendayung Asa, Menguak Makna”, empat pementasan teater.
Fas. makanan ringan
Htm. Rp 12.000,00 (sampai tanggal 19 Juni 2015)
Htm. Rp 15.000,00 (on the spot, jika masih ada)

Sampai jumpa πŸ˜€

Pementasan Teater

Yuk… πŸ™‚ hadir di Gedung Cak Durasim tanggal 20 Juni 2015 pukul 17.00-selesai.
Htm. Rp 12ribu, on the spot (kalau masih ada) Rp 15ribu
Sampai jumpa πŸ™‚